Jumat, 23 Oktober 2015

sekeping tebing



Langit itu luas,...tebing yang tinggi hanyalah sekeping dibandingkan sang- Langit, apalagi kita.
sama seperti tebing kita hanyalah sekeping dibanding Langit ciptaan _NYA.
Langit tidak arogan meskipun selalu diatas.
#Do not be arrogant.

Sabtu, 11 April 2015

aku sudah bisa ngomong (lanjutan dari perempuan aneh 1)

puskrib 22.56
barusan aja aku menegur PA (perempuan aneh) habis sakit katanya,makanya lama gak keliatan,..kali ini make baju pink,..disebelah gw persis ,...dan seperti biasa aku tak berkutik didepannya...  tapi skrang beda stelah banyak mengobrol dengannya, banyak kalimat yang keluar dari mulutnya melebihi kalimat yang keluar dari mulutku, smakin banyak dan banyak lagi dan perlahan keistimewaannya tidak ada,..hilang terglontor oleh setiap ucapan kalimat yg dia keluarkan,..

dia sama saja seperti perempuan kebanyakan ,..


not special


dan itu membuatku berhenti untuk tidak menulis tentang dirinya lagi....
s o r y




Sabtu, 14 Maret 2015

MERASA SEPI DALAM KERAMAIAN ?
Loneliness.....
Setiap dari kita pasti pernah merasa kesepian. Yang membuat perbedaan adalah kadarnya, lamanya, penyebabnya dan tentu saja penanganannya. Kebanyakan orang menghindari kesepian karena kesepian berkonotasi negatif, atau paling tidak menimbulkan perasaan tidak menyenangkan.
Seseorang bisa saja memiliki banyak teman dan keluarga, tetapi jauh di dalam hatinya ia tetap merasa sendiri. Penyebabnya, karena merasa tidak dimengerti, tidak didengarkan, atau merasa berbeda dari orang lain. Semakin seseorang memikirkan kebahagiaan, rasa kesepian itu pun semakin mendera.

Seiring perkembangan zaman, media sosialpun ikut berkembang secara pesat. Kini, banyak orang mempunyai account facebook dan twitter, untuk tetap terhubung satu sama lain, untuk bisa tahu apa yang tengah dilakukan temannya atau komunitasnya. BbM, YM, instant messenger menjadi sarana penghubung yang tak kenal cuaca, waktu (waktu kerja, waktu keluarga maupun waktu berdoa, bahkan - waktu tidur sekali pun). Memang tidak semua orang ber - account twitter dan facebook maupun melakukan online chat adalah orang-orang kesepian. Premisnya tidaklah demikian. Namun faktanya, hampir semua orang sepertinya ingin menyapa dan disapa, berkomentar dan dikomentari; ingin menjadi bagian dari komunitas. Mall, cafe dan resto makin ramai dikunjungi bukan sekedar untuk mengenyangkan perut, namun sebagai kesempatan untuk networking, reuni dan menyambung rasa. Keinginan untuk keep in touch  menjadi kebutuhan yang tidak ada hentinya.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal ini, namun persoalannya, ternyata banyak orang yang tetap merasa kesepian di tengah kongkow-kongkow, di tengah keramaian maupun di tengah tingginya frekuensi lalu lintas komunikasi via chatting online. Kesepian tidak dialami orang yang tinggal di puncak gunung atau desa terpencil, karena mereka yang hidup di kota besar yang padat penduduk dan hingar bingar hiburan pun ternyata lebih banyak yang merasa kesepian.

Perasaan Kesepian
Menurut definisi wikipedia, "Loneliness is an unpleasant feeling in which a person experiences a strong sense of emptiness and solitude resulting from inadequate levels of social relationships. However, it is a subjective experience.[1] Loneliness has also been described as social pain - a psychological mechanism meant to alert an individual of undesired isolation and motivate her/him to seek social connections.[2]

Perasaan kesepian memang sering di korelasikan dengan tiadanya teman dan kurangnya kasih sayang. Menurut James Park, seorang  filsuf beraliran eksistensialis mengatakan bahwa perasaan kesepian tidak selalu disebabkan oleh kurangnya cinta dan teman, namun karena sering disalahartikan dan tidak dipahami, maka segala jenis kesepian lantas diatasi dengan cara bersosialisasi, pacaran, menikah, dsb yang semua berkaitan dengan 
interpersonal relationship. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini ada uraian singkat mengenai penyebab kesepian yang ternyata bukan melulu urusan cinta.   


Penyebab Kesepian
Anak-anak, remaja, orang muda hingga manula, pernah mengalami rasa kesepian. Anak-anak merasa kesepian ketika ditinggal pergi orangtua mereka. Istri/suami yang kesepian karena kehilangan pasangan, akibat kematian atau perpisahan. Seorang gadis atau pemuda kesepian setelah putus dari pacar. Ibu yang kesepian karena anak-anaknya tinggal di luar kota. Atau seseorang yang karena sakit harus tinggal di rumah atau di rumah sakit, terisolasi dari teman-teman dan keluarga. Pindah rumah atau pindah sekolah bisa juga menyebabkan kesepian karena tercabut dari komunitasnya dan harus menghadapi komunitas baru.

Kesepian yang disebabkan perubahan sosial atau pun perubahan kondisi eksternal dikatakan bersifat temporer dan relatif lebih mudah diatasi. Sementara itu ada jenis kesepian lain yang disebutkan di atas, yakni merasa kesepian di tengah keramaian, berada di pesta, sedang berkumpul dengan teman, berada di tengah keluarga. Jadi dalam situasi dan lingkupan apapun, perasaan kesepian itu tetap ada. Inilah yang dikatakan existential loneliness. Seseorang yang mengalami eksistensial loneliness, tidak peduli sebanyak dan setinggi apapun frekuensi outing, dating dan chatting-nya, akan tetap merasa kesepian. Menurut artikel dari Associate Press, "quantity of contact does not translate into quality of contact".[3]


Existential Loneliness/kesepian eksistensial
Kesepian eksistensial kerap menjadi sesuatu yang bersifat kronis karena sudah terjadi dalam jangka waktu lama tanpa disadari atau memang sengaja diabaikan. Artinya, perasaan kesepian itu disadari namun tidak ditindaklanjuti karena berpikir perasaan itu disebabkan karena faktor lingkungan.

Kesepian yang bersifat kronis ini menimbulkan perasaan hampa yang menyedihkan, sehingga banyak yang tidak tahan dan mengalami depresi. Kehampaan yang bersumber dari dalam jiwa ini terjadi karena sebab yang bermacam-macam, bisa karena hidup tanpa arah dan tujuan, sehingga dari hari ke hari seperti robot, hanya mengikuti irama rutinitas. Ada yang belum menemukan makna, karena hidupnya sangat terbatas, bukan miskin - tapi terlalu steril, flat, datar karena terlalu takut mengambil resiko sehingga tidak berani mengarungi kesempatan dan kemungkinan. Ada pula yang merasa kosong, karena tidak menemukan hal baik dan positif dari dirinya, sehingga tidak tahu apa gunanya dia dilahirkan, apa gunanya kehidupan ini dan apa gunanya ia bagi orang lain.

Ada yang berusaha menghilangkan rasa sepi, hampa dan kosong dengan bergaul sebanyak dan sesering mungkin. Ada pula yang mencari cinta, karena dipikirnya, cinta seseorang akan melengkapi kekosongan jiwa. Seperti kata Tom Cruise dalam film Jerry McGuire, yang berkata "you complete me". Secara filosofis dan psikologis, kehampaan jiwa tidak mungkin diatasi dengan menanam cinta/import cinta dari luar, dan hal ini menurut para filsuf adalah tindakan ilusi yang "tidak nyambung". Maka, ganti pasangan, mencari cinta baru yang dianggap dan diharapkan bisa mengatasi kekosongan - adalah tindakan mustahil.  Karena solusinya tidak bisa dengan menambal kehampaan dari luar. Pertumbuhan itu harus dari dalam.


Dampak dari kesepian
Perasaan kesepian jika berkepanjangan bisa menimbulkan berbagai persoalan lanjutan. Problem adaptasi sosial, sulit berteman, suka menyendiri bahkan hambatan akademik yang membuat prestasinya jauh dari optimal, merupakan dampak dari perasaan kesepian panjang yang dialami oleh anak-anak. Bahkan, menurut Marano, anak-anak kesepian karena social rejection, diabaikan dan disingkirkan dari lingkungan sosial (ataupun keluarga), merupakan salah satu penyebab putus sekolah; karena dalam kesehariannya, mereka cenderung menunjukkan perilaku agresif, dan apa yang diistilahkan sebagai kenakalan, serta bentuk perilaku antisosial lainnya. Di kalangan dewasa, kesepian dikatakan sebagai penyebab depresi serta adiksi, baik itu adiksi terhadap relationship (co-dependent), sex, belanja (shopaholic), kerja (workaholic), alkohol /minuman keras, maupun obat-obatan terlarang (substant abuse).

Secara medis juga memperlihatkan dampak kesepian terhadap kesehatan. John Cacioppo dari University of Chicago meneliti dampak kesepian ini dan secara mengejutkan menemukan bahwa:
  • Orang yang kesepian dilaporkan mempunyai tingkat stress yang lebih tinggi, bahkan di saat rileks dibandingkan dengan orang-orang yang tidak kesepian.
  • Kesepian meningkatkan sirkulasi hormon stress dan meningkatkan tekanan darah. Pengaruhnya kepada sistem sirkulasi jantung yang bekerja lebih keras dan menghadapi potensi kerusakan akibat tekanan yang tidak stabil.
  • Kesepian mengganggu kualitas dan efektivitas tidur sehingga menghambat proses restorasi fisik maupun psikologis yang diperlukan tubuh. Orang-orang yang mengalami kesepian lebih sering terbangun malam hari dan tidur lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak kesepian.

Indahnya kesepian
Kesepian tidak selalu berdampak buruk. Kesepian eksistensial, yakni kesepian yang tidak disebabkan persoalan interpersonal merupakan alarm dari situasi yang harus segera di hadapi atau diselesaikan. 
Dengan demikian, perasaan kesepian yang dialami perlu di pertanyakan. Tidak semua bisa di obati dengan cara bersosialisasi atau pun mencari cinta yang baru. Perasaan kesepian bisa jadi pertanda bahwa ada kebutuhan mendesak yang harus kita tanggapi dalam diri sendiri, entah itu untuk menyelesaikan persoalan yang tertunda, menanggapi tantangan hidup, harus mengembangkan potensi diri, membuat keputusan akan masa depan dan menjalaninya dengan berani, atau untuk menginggalkan pola hidup selama ini yang tidak produktif, dsb. Intinya, perasaan kesepian adalah awal dari pertumbuhan. Maka, adalah keliru jika orang berusaha menghindari kesepian karena dalam sepi lah kita bisa bertemu dengan diri sendiri dan berdialog secara jujur untuk menemukan apa yang terbaik dan harus kita lakukan saat ini dan di masa mendatang. Persoalan berikutnya adalah, bagaimana menjalankan apa yang sudah seharusnya dan sudah saatnya untuk kita laksanakan. Semakin ditunda, semakin jauh kita dari perjalanan menemukan diri dan menumbuhkan kepribadian yang sesuai dengan tujuan & panggilan hidup kita.  ( Jacinta F. Rini )
Jadi kesepian tidak selalu membunuh khan ?. Temukan jati diri kita dalam kesepian kita.

Jumat, 05 Desember 2014

BERUBAH


mungkin aku memang tak sempurna di matamu
aku pun tak bisa menjadi sempurna….
dan mungkin aku juga bukan yang terindah
untuk dapat berdiri disampingmu…
hati ini sudah sangat lelah,
dalam pengembaraan ku mencari cinta
kau selalu ada disetiap hembusan nafasku…
tapi mengapa kau berlalu dari tatapanku
dikala hatiku terpaut atas cinta kepadamu…
ku tak mengerti apa yang kau mau…
telah kupersembahkan hati dan jiwaku satu untukmu…
bayanganmu senantiasa mengusik alam fikirku…
namun disaat ini kau telah menjadi sosok yang berbeda…
dulu kau selalu mengerti tapi kini kau berubah …
kau semakin jauh dan betapa sulit untuk kuraih…
disini ku berharap…
kau kan kembali menjadi sosok yang dulu…
sosok yang mencintaiku apa adanya
karena cintaku pun tulus kepada mu ….

Jumat, 11 April 2014

Membuat photo story

Banyak orang bisa menulis, tapi sedikit yang bisa mengarang, banyak orang yang bisa motret, tapi jarang yang bisa membuat foto yang bercerita.
untuk membuat photo story kita membutuhkan kerjasama antara otak, mata dan hati. Dengan kerjasama antara ketiganya dengan baik, kita bisa mengetahui kapan saat dan dimana saat yang tepat untuk membuat foto. 

beberapa jenis foto yang biasanya ada dalam rangkaian photo story :

  • Establishing shot : Biasanya menggambarkan tempat/setting tempat kejadian, biasanya mengunakan lensa wide angle untuk memberikan kesan tiga dimensi.
  • Environmental shot : Foto lingkungan subyeknya agar menceritakan siapa dia? Lingkungan kerja seperti apa? Kontek sosialnya bagaimana? Konten dll
  • Detail shot : Foto detail benda atau bagian dari orang yang penting, misalnya cincin kawin atau close-up air mata / bibir seseorang.
  • Interaction shot : Berisi interaksi dari dua orang atau lebih .
  • Climax : Sebuah foto yang menggambarkan puncak dari sebuah acara .
  • Closer/Clincher : Foto yang menutup cerita. Biasanya meninggalkan kesan, pesan, inspirasi atau motivasi .

Adapun langkah- langkah yang dilakukan untuk membuat sebuah Photo Story yaitu:
  1. Tentukan sebuah topik atau tema
  2. Lakukan penelitian kecil
  3. Membuat sebuah cerita yang nyata
  4. Mencari emosi & karakter
  5. Eksekusi foto
Dalam proses pemilihan & penyusunan urutan Photo Story ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
  1. The Lead Photo, yaitu Foto yang paling menonjol dari seluruh rangkaian foto.
  2. The Scene, yaitu Foto yang menggambarkan suasana atau tempat dari tema sentral.
  3. The Portraits, yaitu Foto potret yang dramatik & menggugah emosi.
  4. The Details Photo, yaitu Foto yang terfokus pada detail sebuah obyek misalnya bangunan, wajah ataupun benda.
  5. The Semiotic Photo, yaitu Foto sederhana yang memiliki nilai simbolis dan makna tertentu dari sebuah cerita
  6. The Signature Photo, yaitu Foto yang menangkap sebuah kesimpulan dari sebuah cerita.
  7. The Clincher Photo, yaitu Foto yang menentukan akhir dari sebuah cerita berupa harapan, kebahagiaan atau sesuatu yang membangkitkan inspirasi.
Akhir kata semoga segala cerita yang  dihadirkan kembali oleh mata fotografi kita dapat menjadi adegan-adegan beku bersejarah yang terus dikenang dan terus dibagikan bagi kelangsungan peradaban cahaya juga bagi kelangsungan hidup manusia sampai akhir hayatnya.
  

                                                                      * salam sederhana*

Selasa, 15 Oktober 2013

Mengumpulkan Souls ...

"Ini bukan budaya kita atau ras kita yang interkoneksi . Ini Jalan Photography."

Bagi saya menjalankan Fotografi adalah gairah hidup, bukan pekerjaan atau sesuatu yang saya lakukan untuk hidup . Itulah mengapa saya menikmati melakukannya di waktu luang saya tanpa tekanan . Aku akan melakukannya selama aku menikmatinya.







Bagi sebagian orang, Street Fotografi adalah hobi seperti halnya olahraga atau kegiatan rekreasi lainnya .  tetapi bagi sebagian orang ini adalah karya . Street Photography adalah kenyataan dan Anda tidak boleh mengubah itu . Anda menggunakan Camera Anda seperti cermin bagi masyarakat .
Saya tidak yakin photografer benar-benar dapat memahami semangat street photograpy . Ini bukan sekedar menekan tombol shooter di jalan , Anda harus memiliki minat yang mendalam dengan kehidupan di masyarakat . Ini lebih seperti studi sosial dari aktivitas diwaktu luang . Anda melakukan sesuatu untuk kemanusiaan , Anda menunjukkan bagaimana kehidupan Dunia . Anda memiliki misi, dan ini menyenangkan . 
Ini satu-satunya hal yang selalu ingin saya lakukan . 
Saya harus mengakui bahwa hal ini juga mungkin dapat menjadi kecanduan . Anda tidak akan bisa benar-benar berhenti melakukannya . 



Saya sering melihat banyak orang dengan kamera besar, lensa panjang dan pengetahuan teknis tinggi untuk berburu objek. Itu bukan cara kerjanya.
pengetahuan Anda tentang kehidupan dan kemanusiaan akan membawa Anda ke depan, Ini adalah salah satu hal yang paling penting dalam Street Photography.
Street Fotografi lebih merupakan interaksi sosial, meskipun Anda tidak benar-benar berbicara dengan orang.

  ***Salam sederhana ****

Jumat, 31 Mei 2013

Ketika Semangat Memotret Mulai Hilang




Seperti juga tentang hal lain yang kita sukai, kadang-kadang gairah untuk memotret pun bisa menurun. Semangat untuk mengabadikan hal-hal di sekitar kita mulai surut dan akhirnya kamera hanya disimpan sampai berjamur. Fotografer profesional pun pernah mengalami masa-masa “hambar” seperti ini – meskipun setiap hari terus memotret dan menghabiskan waktu bersama kamera.
Mungkin kamu sedang mengalami fase datar ini sambil juga bertanya “kenapa?” Ayo kita coba lihat beberapa hal yang mungkin jadi penyebab turunnya semangat memotretmu sekaligus mencari jalan keluarnya.

Terlalu Sibuk

Untuk penghobi fotografi yang sehari-harinya punya kegiatan rutin selain memotret – mungkin bekerja dari pagi sampai sore atau sekolah dan kuliah – ketika waktu bekerja dan memotret mulai tidak seimbang karena banyaknya hal yang harus dikerjakan, kamera pun mulai terpinggirkan. Saat ada waktu untuk memotret, pikiran sudah lelah dan mungkin kamu memilih untuk melakukan hal lain yang lebih menyegarkan.
Tapi, tahukah kamu, fotografi bisa jadi ‘liburan’ kecil yang menyenangkan. Tidak perlu banyak berpikir, tidak perlu berusaha membuat setiap jepretan jadi maha karya, tidak perlu fokus super tajam atau mengikuti semua peraturan yang ada. Bingkailah hal-hal yang menurutmu bisa menghilangkan stress setelah pekerjaan rutin. Bunga di taman, koleksi buku, matahari pagi, langit biru. Hal-hal kecil di sekitarmu yang bisa membuat mood-mu membaik. Jangan ragu untuk mengedit fotomu sesuai keinginan.  Juga, jangan merasa harus selalu menggunakan dSLR besarmu. Kamera ponsel pun jadi. Melihat foto-foto sederhana yang indah menurutmu pasti bisa mengembalikan semangat untuk kembali memotret lebih banyak lagi.

Bosan

Fotografer profesional yang berdedikasi pada satu genre sebagai mata pencahariannya, apakah itu pernikahan, portrait, fotojurnalisme, foto produk dan semacamnya, mungkin mencapai titik rendah dalam fotografi karena terlalu banyak memotret apa yang menjadi kewajibannya tapi tidak punya waktu untuk memotret apa yang IA sukai. Maka mereka biasanya akan meluangkan waktu untuk memotret apa yang sesungguhnya menjadi gairah mereka dalam fotografi. Apakah itu landscape, street photography, atau foto-foto kreatif yang out-of-the box.
Semua orang perlu melakukannya, baik itu profesional atau penghobi, untuk memotret sesuatu yang diluar kebiasaan. Sesuatu yang benar-benar baru. Karena -apapun itu- ketika sudah berubah menjadi rutinitas maka akan kehilangan gairahnya. Jadi potretlah sesuatu yang belum pernah kamu coba. Sesuatu yang menantang keahlianmu. Mungkin kamu perlu coba selama beberapa waktu hanya menggunakan depth of field yang dangkal, atau hanya menggunakan shutter speed cepat. Doronglah dirimu sendiri ke batas yang belum pernah kamu sentuh sebelumnya untuk memanaskan kembali mesin fotografimu.

Terlalu Banyak Peralatan

Peralatan fotografi yang lengkap tentu menjadi impian semua fotografer. Tapi ketika sudah punya semuanya, kadang-kadang kreativitas justru menurun. Bayangkan saat-saat pertama ketika kamu cuma punya kamera saku, atau body kameramu cuma punya pasangan kit lens, saat itu kamu berusaha untuk memanfaatkan apa yang kamu punya hingga ke titik maksimal dan kreativitasmu terus berjalan dengan harapan ketika akhirnya bisa “naik kelas” ke peralatan level berikutnya kamu sudah punya cukup ilmu.
Kenapa tidak kembali ke dasar? Simpan dulu semua peralatan canggihmu, dan pilih satu body kamera dan satu lensa untuk menemanimu selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. Dengan begitu mungkin kamu akan kembali menikmati fotografi dengan cara yang sederhana tapi membuatmu merasa penuh.

Coba Gunakan Film

Kamera digital jelas memberi kita kemudahan yang luar biasa dalam memotret. Trial and error bukan lagi masalah karena kamu bisa memotret, menghapus, dan memotret lagi semudah menjentikkan jari. Tapi kemudahan ini mungkin akhirnya membuatmu tidak lagi menghargai setiap jepretan yang kamu lakukan. Tidak ada lagi yang membuatmu berdebar menunggu apa yang bisa dihasilkan oleh kemampuan fotografimu.
Keluarlah dari dunia digital. Coba gunakan kamera analog. Satu paket kamera analog plus satu rol film tidak sampai seharga Rp.100 ribu, kalau kamu belum punya peralatan memotret dengan film. Terjangkau, dan hasilnya akan sangat memuaskanmu dan – siapa tahu – kamu mungkin akan ketagihan dan ingin terus dan terus memotret lagi.
Semoga tips diatas bermanfaat untuk kamu, dan bisa langsung kamu coba akhir pekan ini.
Happy snapshooting :)

Senin, 29 April 2013

Why Black and White Photography ?


judul diatas adalah salah satu pertanyaan rekan-rekan fotografer ketika saya ditanya tentang semakin banyak foto- foto yang saya buat  dengan genre Hitam dan Putih.
Seperti yang saya katakan kemarin bahwa akhir-akhir ini sebagai pemilik kamera digital saya menemukan kembali keindahan gambar mono.


 Berikut adalah beberapa alasan mengapa saya terobsesi dengan Hitam dan Putih:


 Multifungsi
"Saya suka bahwa hitamputih itu adalah format yang sesuai dengan hampir semua jenis fotografi. Potret, lanscape, cityscape, arsitektur. Tidak hanya itu, itu hitamputih adalah media untuk menyesuaikan semua situasi pencahayaan dengan sangat baik. Sedangkan fotografi berwarna hanya bisa diaplikasi di hari-hari cerah atau studio dengan lampu terang menyala . cahaya rendah  bukan gangguan untuk menghasilkan gambar hitam dan putih


No Distractions

"Saya menemukan bahwa warna dapat menjadi sangat mengganggu dalam beberapa gambar dan tidak dapat mengambil poi dari subjek Anda sebenarnya".

Kehalusan Nada
"hitam dan putih bisa membuahkan Kehalusan Nada yang baik"
" Hitam dan Putih terdengar begitu membosankan - tetapi kenyataannya adalah bahwa ada begitu banyak nuansa di antara kita yang bisa diabadikan dengan hitamputih - Saya suka tantangan untuk membawa mereka semua keluar dalam sebuah gambar "


Variasi
"Saya menemukan proses kreatif dengan menciptakan foto hitam dan putih, hitam putih begitu artistik.... Gambar hitam dan putih dapat menjadi kuat, kontras yang tinggi dan kuat - atau bisa juga begitu lembut dan halus "

Tentu saja debat tentang foto warna vs hitam dan putih adalah salah satu yang sangat pribadi.
Mana yang Anda pilih - Hitam dan Putih atau Warna?

Apa yang Anda sukai adalah preferensi Anda?

Sabtu, 20 April 2013

Raden Adjeng Kartini biography


"I have been longing to make the acquaintance of a 'modern girl,' that proud, independent girl who has all my sympathy! She who, happy and self-reliant, lightly and alertly steps her way through life, full of enthusiasm and warm feelings; working not only for her own well-being and happiness, but for the greater good of humanity as a whole."
- Raden Adjeng Kartini -



Raden Adjeng Kartini was born to a noble family on April 21, 1879, in the village of Mayong, Java, Indonesia. Kartini's mother, Ngasirah, was the daughter of a religious scholar. Her father, Sosroningrat, was a Javanese aristocrat working for the Dutch colonial government. This afforded Kartini the opportunity to go to a Dutch school, at the age of 6. The school opened her eyes to Western ideals. During this time, Kartini also took sewing lessons from another regent's wife, Mrs. Marie Ovink-Soer. Ovink-Soer imparted her feminist views to Kartini, and was therefore instrumental in planting the seed for Kartini's later activism.
When Kartini reached adolescence, Javanese tradition dictated that she leave her Dutch school for the sheltered existence deemed appropriate to a young female noble.



Feminist

Struggling to adapt to isolation, Kartini wrote letters to Ovink-Soer and her Dutch schoolmates, protesting the gender inequality of Javanese traditions such as forced marriages at a young age, which denied women the freedom to pursue an education.

Ironically, in her eagerness to escape her isolation, Kartini was quick to accept a marriage proposal arranged by her father. On November 8, 1903, she wed the regent of Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat. Joyodiningrat was 26 years older than Kartini, and already had three wives and 12 children. Kartini had recently been offered a scholarship to study abroad, and the marriage dashed her hopes of accepting it. According to Javanese tradition, at 24 she was too old to expect to marry well.

Intent on spreading her feminist message, with her new husband's approval, Kartini soon set about planning to start her own school for Javanese girls. With help from the Dutch government, in 1903 she opened the first Indonesian primary school for native girls that did not discriminate on the basis of their social status. The school was set up inside her father's home, and taught girls a progressive, Western-based curriculum. To Kartini, the ideal education for a young woman encouraged empowerment and enlightenment. She also promoted their lifelong pursuit of education. To that end, Kartini regularly corresponded with feminist Stella Zeehandelaar as well as numerous Dutch officials with the authority to further the cause of Javanese women's emancipation from oppressive laws and traditions. Her letters also expressed her Javanese nationalist sentiments.


Death and Legacy

On September 17, 1904, at the age of 25, Kartini died in the regency of Rembang, Java, of complications from giving birth to her first child. Seven years after her death, one of her correspondents, Jacques H. Abendanon, published a collection of Kartini's letters, entitled "From Darkness to Light: Thoughts About and on Behalf of the Javanese People." In Indonesia, Kartini Day is still celebrated annually on Kartini's birthday.





Jumat, 05 April 2013

Menguasai Seni Fotografi Hitam dan Putih


Kunci sukses untuk fotografi hitam dan putih  adalah belajar untuk melihat dunia dalam monokrom. Sangat penting untuk memahami bahwa tidak semua subjek yang cocok untuk hitam dan putih. Ada beberapa jenis foto yang mengandalkan warna untuk keindahan karena warna-warna yang kaya merupakan bagian intrinsik dari kekuatan gambar .


Saat Anda mengevaluasi subjek Anda, coba bayangkan bagaimana hal itu akan terlihat dalam warna hitam dan putih. Pra-memvisualisasikan hasil anda dalam pasca proses  menggunakan teknik editing atau favorit Anda, seperti menambahkan tekstur dan toning.

Tip yang baik untuk pengguna SLR digital adalah selalu memotret dalam format RAW (ini yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan warna berkualitas terbaik untuk dikonversi ke hitam dan putih saja), bisa juga mengatur Picture Style (ini adalah istilah Canon - periksa instruksi manual Anda jika Anda memiliki merek kamera lain  ) ke mode hitam dan putih. Foto akan ditampilkan dalam warna hitam dan putih pada layar LCD kamera, dan Anda akan memiliki semua informasi warna dalam file RAW untuk konversi Anda sesudahnya.


manfaatkan Tekstur
carilah dinding sebuah bangunan tua, atau logam berkarat, atau kayu lapuk. Apapun yang tua biasanya memiliki banyak tekstur, dan tekstur tampak hebat dalam warna hitam dan putih.
Tekstur dipengaruhi oleh kondisi pencahayaan. saat yang pas adalah disaat Cahaya matahari menyapu rendah disaat matahari terbit dan terbenam, membuat tekstur menonjol tajam. Cahaya lembut dari mendung juga dapat membawa keluar tekstur, meskipun mungkin butuh bantuan dalam pengolahan  dengan teknik seperti meningkatkan kontras.


manfaatkan Bentuk
bentuk adalah dua elemen visual yang sangat penting. Setiap benda memiliki bentuk, Bentuk adalah dimana subjek terlihat dalam dua dimensi. /siluet, seperti  cabang-cabang pohon , atau juga subjek tampak dalam tiga dimensi. fotografer memiliki tantangan yang menggambarkan objek tiga dimensi (subyek mereka) dalam bentuk dua dimensi (foto).


Bayangan dan garis mengalir yang menggambarkan bentuk Hitam dan putih sangat menarik perhatian . Gunakan pencahayaan untuk membuat subjek Anda terlihat tiga dimensi.





Pencahayaan
kualitas cahaya menentukan kualitas foto.
Hitam dan putih memberikan kebebasan fotografer untuk mengambil foto dalam segala macam kondisi pencahayaan. cahaya terbaik masih dari matahari disaat rendah di langit (pagi dan sore). Tetapi dengan hitam dan putih Anda juga dapat mengambil foto di tengah hari dan pada hari-hari mendung, yang kondisi pencahayaan sangat sulit untuk fotografi warna.

                                                                             foto by. maxdell brodienz

kunci paling utama adalah untuk memastikan cahaya sesuai subjek. Cahaya siang, misalnya, dapat menjadi besar untuk arsitektur tapi miskin untuk portrait. Hari yang mendung sangat ideal untuk mengambil foto portrait , tapi miskin untuk lanscape.

terima kasih semoga bermanfaat...

                                                                      *salam sederhana*




Minggu, 31 Maret 2013

Anak Terang







Kami anak-anak terang
Kami bersatu dalam kasih mesra
Tak ada iri, benci dan dengki
Kami satukan roh jiwa
Tuk naikkan pujian kami padaNYA

Kami bernyanyi bukan hanya tuk harmoni
Kami bernyanyi tuk membri hati kami
Kami bernyanyi bukan sekedar bernyanyi
Kami bernyanyi tuk memberi diri

I love this song :)
Jadi inget kata-kata ini “Be The Light”
God, ketika aku memujiMU, I’ll give the best of my voice…
with all of my heart…
For You Lord…

Jumat, 15 Maret 2013

Some Great Black and White Photographers

Some Great Black and White Photographers

All photographers need inspiration. Here are some of my favourite black and white photographers, past and present:

Ansel Adams

www.anseladams.com
Perhaps the world’s best known black and white landscape photographer, Ansel Adams is remembered for his beautiful photos of the American landscape. Adams was a master of black and white printing processes and pioneered the zone system, a method of analysing exposure to produce high quality black and white prints.

MartÌn Chambi

www.martinchambi.com
A Peruvian photographer based in Cusco who photographed the beautiful Andean landscapes and the indigenous people of the Sacred Valley of the Incas.

Bob Carlos Clarke

http://www.bobcarlosclarke.com/
An English erotic photographer who sadly comitted suicide a few years ago, Bob Carlos Clarke was recognised as a brilliant commercial and erotic photographer.

Karsh

www.karsh.org
Karsh was the pre-eminent portrait photographer of his time. His subjects include Winston Churchill and Ernest Hemmingway.

David DuChemin

www.pixelatedimage.com
(See the Ladakh and Classic India galleries)
Travel photographer David DuChemin has a beautiful portfolio of black and white photos taken in Nepal and Tibet. His images of buddhist monks are timeless and evocative.

Andrew Farrington

www.andrewfphotography.com

One hat wonders

Polaroids (flickr)

One hat wonders (flickr)
London based fashion and advertising photographer Andrew Farrington has a brilliant portfolio of black and white images. He often works on the ëedges’ of the limitations of light and equipment, introducing blur and camera shake into his photos.

Nick Brandt

www.nickbrandt.com
Fine art photographer Nick Brandt is famous for his black and white photos of African animals and landscapes.

Zhang Jingha

www.zhangjingna.com
Flickr
(Mixture of color and black and white images).
A freelance photographer from Singapore, Zhang’s black and white portraits and fashion photos are simply beautiful. (www.zemotion.net)

Lara Jade Coton

www.larajade.co.uk
Flickr
(Mixture of colour and black and white images).
This young English photographer has created her own unique black and white style.

Xavi Fuentes

www.xavifuentes.com
A beautiful portfolio of seascapes.

Zoriah

www.zoriah.net
Zoriah is a photojournalist who travels to the world’s conflict zones and troublespots, recording the stories of the people whose lives are affected by political and economic turmoil.

Sabtu, 23 Februari 2013

pantomin



Pantomin adalah seorang penghibur yang memoles wajahnya dengan bedak tebal dan berpakaian aneh, serta fasih memperagakan mimik lucu. 
Profesi pantomin sebenarnya cukup tua. 
Konon, sejak zaman Yunani kuno dan Romawi kuno.
 Mereka tak hanya membuat tertawa orang-orang kaya yang stres lewat pertunjukan, Tapi juga menghibur dan mencari nafkah di jalan-jalan atau yang dikenal dengan istilah ngamen. Dengan kemampuan berpantomin dengan gerakan-gerakan slapstik yang konyol, boleh jadi merekalah salah satu penjaja hiburan jalanan tertua di dunia.


pantomin menurut saya adalah subyek yang menarik untuk dipotret , tak sekadar melucu, tapi juga memainkan perasaan penontonnya, lewat permainan mimik .
berikut beberapa foto pantomin yang berhasil saya abadikan disebuah acara  theater yang saya hadiri :

  





semoga menikmati
 _salam sederhana_

Sabtu, 02 Februari 2013

Unsur Garis vertikal

Garis vertikal atau Unsur-unsur visual yang mengarah vertikal dapat menciptakan kesan dinamis dan lebih menarik mata pada sebuah foto. Unsur garis vertikal bukan berarti foto anda isinya garis namun garis tersebut diasosiasikan menjadi berupa pagar, jalan, bangunan, atau orang. Setiap kali anda memotret, upayakan ada unsur garis diagonal dengan memilih view-angle yang tepat.
Dibanding garis horisontal dan diagonal, unsur garis vertikal bersifat lebih dinamis. Garis ini memberi nafas dalam komposisi fotografi sehingga kesannya lebih hidup. Saat anda mengeksploitasi elemen garis vertikal secara tepat dalam fotografi anda akan mendapatkan foto yang sangat menarik dan menyedot mata. Cara termudah untuk membuat unsur garis vertikal adalah low anggle ataupun high anggle dari kamera  Anda. Cara ini tergantung anda , dan ini cara ini dengan mudah dapat diciptakan oleh fotografer. 




Anda juga dapat mencoba menangkap gambar sederhana seperti tangga atau gedung pencakar langit.
Anda juga bisa mencoba memilih perspektif untuk membuat unsur garis vertikal  yaitu dengan pegambilan gambar dari sudut yang tinggi (bird’s eye view), anda akan benar-benar akan menghasilkan gambar yang menakjubkan.Komposisi antara unsur diagonal dengan prinsip umum seni akan menghasilkan foto yang menarik bagi pemirsa yang melihatnya.
Kemudian ada cara lain dalam membuat unsur garis vertikal, yaitu dengan pola zig zag. Pola berulang-ulang juga dapat digunakan untuk menyeret mata ke dalam gambar di atas area yang lebih luas dari frame. Pola-pola yang dinamis dan bila digunakan secara horizontal dan vertikal menjadi lebih dramatis.


semoga bermanfaat -salam sederhana-

Sabtu, 26 Januari 2013

Minimalis Dalam Fotografi

      Kata minimalis menggambarkan konsep yang mengacu pada karya seni yang di preteli (break down) sampai fitur-fiturnya yang paling mendasar. Pergerakan minimalis dimulai di abad ke 20 dan dapat ditemukan di seluruh bentuk dalam karya seni. Ide nya adalah mengerjakan karya seni dengan jumlah warna, bentuk, tekstur, dan garis se-minimal mungkin. Konsepnya tidak mudah untuk dijelaskan, sama seperti melibatkan beberapa pemikiran abstrak dan hal ini dapat di interpretasikan menjadi banyak hal.
 
Memahami Tentang Minimalis Dalam Fotografi
Photo by drawerist

      Dalam Fotografi Minimalis terdapat lebih banyak ruang terbuka untuk kreativitas. Tetapi, juga berdasarkan aturan standar minimalis dalam bentuk lain dari sebuah seni. Secara umum, fotografi minimalis dapat digambarkan sebagai seni “sedikit itu lebih banyak”. Walaupun dalam jenis fotografi ini, dasarnya adalah komposisi, dengan framing yang benar, subjek dalam foto dapat menjadi sangat berkesan. Menggunakan lebih sedikit detail dalam gambar dapat benar-benar menarik perhatian dengan sangat mudah pada subjek dan lebih berkesan kuat pada para penikmat foto (pemirsa).

Bagaimana kerja minimalis dalam Fotografi? 
      Dalam fotografi jurnalistik, anda perlu mencoba memilih elemen-elemen dengan hati-hati, sebagaimana jumlah yang perlu dijaga sampai minimum dan dapat menggambarkan sesuatu yang menarik dan cantik. Silakan dijadikan pegangan ketika membuat komposisi dan cobalah untuk tidak memasukkan elemen-elemen yang dapat mengalihkan perhatian pemirsa dari subjek utama anda. Subjek tersebut akan menjadi fokus poin utama anda dan juga esensi gambar anda, jadi anda harus mencoba meluangkan wakru untuk membuat keputusan yang tepat.
Sebagai contoh Fotografi Minimalis adalah sebuah gambar dengan subjeknya adalah sebuah kapal kecil di atas air, atau gambar orang yang menghabiskan bagian kecil dari frame keseluruhan, sisanya adalah background datar dengan sediki detail. Kesederhanaan adalah kunci dalam fotografi minimalis dan anda akan berpikir tentang komposisi dari sudut pandang ini.

Bagaimana menerapkan minimalisme dalam Fotografi? 
      Mencoba untuk tetap sederhana dalaam fotogafi adalah pekerjaan yang tidak selalu mudah untuk dilakukan. Setelah anda memilih elemen untuk foto anda, anda harus membayangkan subyek anda dalam keadaan sederhana dan mendasar dan anda harus menemukan cara yang berbeda untuk membidiknya.
Terkadang, ketika anda tidak tahu bagaimana mendekati sebuah subyek, bisa menjadi sebuah ide yang bagus untuk memulainya dengan fotografi minimalis. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka tidak perlu mempunyai sesuatu yang menarik untuk membuat semuah gambar yang bagus. Anda bisa menggunakan sesuatu yang sederhana, seperti bebatuan di pasir atau air yang mengalir, bahkan objek yang paling sederhana sekalipun dapat digunakan untuk memperoleh bidikan yang menakjubkan.
Beberapa contoh paling bagus untuk minimalis fotografi dapat dilihat di website David Fokos (http://www.davidfokos.net). Dia sudah membuat karya yang mengagumkan dengan kamera tua tahun 85 an, memotret sederhana, tetapi dengan elemen yang menakjubkan. Framing dan komposisi subyek yang dia pilih menghasilkan gambar yang tiada tanding yang dapat dijadikan sumber inspirasi bagi siapapun yang ingin mulai mencoba memotret fotografi minimal.

      Ketika mengkomposisi foto minimalis, anda harus menggunakan imajinasi anda dan cobalah menggunakan sesuatu yang berbeda. Penggunaan warna yang tepat dapat membantu konstruksi gambar minimalis. Hitam dan putih bekerja dengan sempurna di beberapa kasus untuk jenis fotografi ini, terutama ketika anda memotret landscape. Memotret dalam hitam dan putih dapat membantu anda mendapatkan foto minimalis yang baik dengan mudah, tetapi bukan berarti anda tidak bisa melakukan hal yang sama dengan warna. Satu langkah untuk mendekati warna fotografi minimalis adalah dengan menemukan elemen yang anda inginkan dan membidiknya dengan background yang mempunyai warna yang serupa. Ini akan menghasilkan nuansa yang sangat menarik yang dapat menambahkan mood yang berbeda pada gambar anda. Cari tahu elemen dan warna kombinasi yang mempunyai efek paling banyaak dalam gambar anda dan ber experimen lah dengannya.
Anda juga dapat framing orang dalam fotografi minimalis anda, tetapi ini dapat menjadi lebih sulit daripada foto landmark, bangunan, landscape atau objek-objek yang sederhana lainnya. Alasan mengapa memotret orang lebih sulit adalah karena manusia bukanlah subyek yang sederhana. Satu cara yang bisa anda lakukan untuk hasil yang baik dengan subyek ini adalah dengan membuat gambar dengan kontras yang tinggi, disini background mempunyai peran yang sedikit dalam gambar. Sebagai contoh sederhana, background hitam mungkin akan terlihat bagus. Hal yang sangat penting untuk diperhatikan ketika memotret orang, bahkan dalam fotografi minimalis, adalah menangkap karakteristik mereka. Dalam kasus ini, kata “sederhana” tidak harus menggambarkan subjeknya, gambarkanlah seluruh isinya.


Bagaimana memotret minimalis ? 
      Setelah anda mendapatkkan pilihan pada subyek yang cocok untuk jenis fotografi ini, anda harus memotret dengan cara yang dapat menghasilkan perasaan minimalis untuk foto anda.
      Untuk mempertahankan framing yang sederhana, anda dapat meng crop detail yanng tidak diinginkan. Anda juga dapat menggunakan croping dengan software editing. Teknik ini akan membantu anda memberikan kesan minimalis pada subjek anda. Cobalah untuk menekankan ruang dalam frame anda. Anda dapat memasukkan kesan tembok yang gelap atau bayangan dalam gambar anda.
Perhatikan garis atau bentuk sederhana ketika mengkomposisi hasil jepretan anda, menemukan bentuk geometris yang jelas dan sederhana selalu dapat menambahkan kesan yang anda inginkan dalam fotografi minimalis.

      Gunakanlah DOF untuk focus pada subyek anda dan biarkan background nya blurr. Ini dapat dengan mudah dikerjakan dengan bukaan diafragma besar, tetapi latihan terlebih dahulu sebelum anda memutuskan jika membuat background blurr adalah pilihan terbaik untuk kesan minimalis yang anda inginkan dalam foto anda.

      Ambil foto anda pada exposure dan focal length yang berbeda, anda akan menemukan yanng terbaik dan cobalah untuk mencari angle yang berbeda untuk foto anda.
Cobalah untuk menemukan pola dalam bentuk dan warnanya, selanjutnya potretlah dalam suatu cara yang akan membuat mereka terlihat kompak dalam hasil akhir yang anda inginkan.
      Berlatihlah dengan settingan yang berbeda untuk mendapatkan yang terbaik untuk gambar anda. Ingatlah terkadang kalimat “sedikit itu banyak” adalah benar, terutama dalam kasus minimalis fotografi dan cobalah untuk memperhatikan sesuatu yang biasa dengan cara yang berbeda. Ini akan membantu anda menemukan kesan minimalis yang ingin anda dapatkan dalam gambar anda. Juga, perhatikan beberapa contoh gambar dari beberapa artikel dibawah ini untuk mendapatkan ide baru dan mudah-mudahan membuat anda ter inspirasi.


            foto by. salim rianto

Artikel Memahami Tentang Minimalis Dalam Fotografi yang Diterjemahkan dari :

Semoga artikel ini  bermanfaat bagi Anda.